Trip To My Beloved Pondok

Sabtu, May 29th 2010

Hari ini adalah hari kembali ke pondok, untuk melakukan proses cap tiga jari. Harusnya hari ini menjadi hari yang bahagia, karena aku membayangkan akan bertemu dengan orang itu (haha i believe everyone know who is he). Sudah lama aku nggak ngobrol sama dia, aku tahu dia sibuk. Dan itu semua memang benar, karena pada hari ini pun dia tidak bisa hadir, karena harus mengikuti ujian masuk Bakrie School of Management (who is there don’t know this college?). Okay whatever, meskipun nggak ada dia tapi hari tetap harus berjalan kan? Aku berusaha untuk nggak mikirin itu sampai berlarut-larut, yah mungkin dengan pura-pura tersenyum pada orang lain padahal hati ini sangat ingin menangis-i wish he was there, truly i miss him.

Perjalanan pun dimulai dari stasiun gubeng (ini pertama kalinya aku ke jombang bersama teman-teman, biasanya diantar). Kupikir di stasiun gubeng baru, eeh ternyata di stasiun lama, mana waktunya mepet dengan jam kedatangan kereta lagi -___- dan akhirnya ayah menyuruhku untuk membeli karcis terlebih dahulu baru masuk melalui peron. Sampai di stasiun lama, aku bertemu dengan isma, phi2, moza, miss, dan mas afi yang sudah lebih dulu tiba. ternyata masih banyak anak lain yang akan ikut rombongan ini, waduh padahal waktu sudah semakin mepet. Tapi untung lima menit kemudian mereka sudah tiba di stasiun, ada mance, mbak vin, faqih, ulil, hilal, temennya ulil, mbak bung, aduh lupa siapa lagi (aku memang lemah dalam soal mengingat, except that is a bad thing).

Akhirnya kereta pun tiba dari stasiun semut, wiih ramainya, tapi apa boleh buat kami pun tetap naik kereta ini meskipun sudah sangat dipastikan bakal berdiri. Huh untungnya aku cukup lama juga tinggal di kota metropolitan seperti jakarta, sehingga keadaan berdesakan sambil berdiri begini sudah biasa, dan untungnya lagi aku juga nggak punya penyakit asma (jelas bakal sangat merepotkan). Kami ber 16 kira-kira, berdiri ditemani penumpang yang lain disertai dengan asap rokok (err, really hate this!) dan juga ramainya suara pedagang serta pengamen yang seringkali balapan rebutan perhatian penumpang. Cukup lama juga ke jombang dengan naik kereta, nggak sebanding dengan naik bis, tapi ramai-ramai dengan teman-teman bikin semua hal itu nggak kerasa, tetap menikmati perjalanan hingga akhir di stasiun peterongan, kami pun turun.

Sudah malam…ikannya mau bobo… eeeh salah, itu mah iklan di tivi, maksudku sekarang udah malem, yaa waktunya tidur. Sempet bingung nyari kamar, tapi akhirnya kami memutuskan untuk tidur di perpustakaan asrama (melasnya -,-). Setelah nyari pinjeman baju dan juga hanger (dari kamar 12 dan 10, tq) tidurlah dengan nyenyak walaupun banyak juga nyamuknya ternyata, dan dingiiin.

Minggu, May 30th 2010

Sesuai jadwal yang tertera pada website sekolah (www.smulandu2-jbg.sch.id), cap tiga jari dilakukan setelah pukul 09.00 WIB. Yasudah akhirnya kami benar benar menurut dengan datang jam segitu, dasar males sih sebenernya :p.

Sambil menunggu giliran kelasku, aku membantu memasukkan kepingan backup CD Friends (Fortteens never Ending Story)-yang sebenernya juga dimintain tolong sama si puput, agak gak ikhlas nih jadinya hahaha. Tapi yang namanya buat angkatan pasti ikhlas donk ah, kan buat kepentingan bersama juga. Di sela-sela itu aku juga ngobrol-ngobrol sama sarah dan juga puput (moga langgeng ya) dengan akrabnya-ah tapi aku jadi inget lagi kan seandainya dia ada disinišŸ˜¦.

Abis itu ternyata ada acara tumpengannya juga, wii perasaan kok tumpengan mulu ya angkatanku ini, hehe. Pertamanya sih males makan, tapi aku inget kalo harus berhemat juga, hehe jadinya ya meskipun nggak laper tetep aja aku ikutan makan juga. Tapi kok yaa nasi tumpengnya kelompok makan bersamaku nggak habis-habis, padahal makannya juga dengan susah payah. Yaudah akhirnya bodo amat, sisanya itu dibuang ke tempat sampah (ya Allah maaf).

Acara berlanjut ke nonton Friends bersama. Hahaha sumpah you must watch it, terutama angkatan 14 deh (yaiyalah), sarana tempat untuk mengenang teman-teman seangkatan nih. Wew aku mau ceritain isinya apa juga udah lupa (tuh kan emang pikun, dasar).

Tapi akhirnya dengan durasi sekian menit itu juga selesai, pembagian keping CD, pin, dan Buku Tahunan pun dilakukan. Aku dengar ada yang bilang, “hati-hati ini baru diambil dari percetakan, takutnya lem-lemannya lepas”. Oke deh bos.

Karena nggak ada kepentingan lagi seperti anak-anak yang lain (yang pada meeting sama boyfriend and girlfriendnya-dan lagi lagi bikin aku sedih), yaudah aku kembali ke asrama untuk beristirahat sejenak. Kata rombonganku kami akan pulang dengan kereta jam 4 sore. Mumpung ada kesempatan aku pun meminta cap stempel Fortteens, ditaruh di depan dan belakang buku tahunanku (thanks to mbak vin yang bawain stempel itu ke asrama).

Okelah pukul 16.00 rombongan kami tiba di stasiun peterongan, dan apa yang terjadi saudara-saudara? Sudah berdesakan sekali penumpang di KA Rapih Dhoho ditambah penumpang bonek yang waw, ckck. Akhirnya kami putuskan naik kereta yang jam 8 malam, bzzzzt masih ada lebih kurang 4 jam lagi. Ngapain nih enaknya? Makan mi ayam lah jadi jawaban pertama. Hmm. Dilanjutkan dengan ngobrol ngobrol dan canda tawa, herannya kok diantara kami nggak ada yang sungkan sama penghuni stasiun yang lain kayaknya.

Uh, jam delapan jam delapan yeeiy akhirnya, kereta pun datang dan aku pun dibawa pulang bersamanya. Selamat tinggal jombang, semoga aku bisa bertemu lagi, bersamanyašŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s