Sebuah Surat Untukmu

hem, kalau dibilang surat mungkin enggak juga, karena tulisan ini tidak akan pernah sampai langsung ke tanganmu. dan lagipula aku juga tidak benar-benar ingin kamu mengetahui tulisan ini. tenang aja, yang melihat blog ini hanya baru seperduaratusjuta orang di indonesia. hm, tapi bukan maksud mau publish lho ya, cuma pengen mengeluarkan apa yang ada di hati. mungkin suatu saat kamu akan membaca tulisan ini, tapi kemungkinan besar tidak.

sampai hari ini pun aku nggak mengerti kenapa masih belum ada orang lain yang bisa menetap lama di hati. sedangkan kamu, aku tahu banyak orang yang sudah lewat dalam hidupmu. itu yang membuat aku bingung, kenapa perasaanku nggak bisa hilang? walaupun aku rela dan tidak akan marah bila kamu bersama yang lain, tapi entah kenapa masih ada perasaan sakit. ya, mungkin aku yang terlalu.

hei, bila aku ingat ketika aku bertemu dirimu lagi dalam masa kini, kenapa kita masih melakukan hal itu? sedangkan kamu sendiri juga sudah bersama yang lain. apakah kamu telah mempermainkan aku? mungkin. atau aku yang memang terlalu bodoh dan polos sehingga jatuh terperangkap. atau mungkin juga memang aku yang tak bisa menghindari itu semua. tapi tahukah kamu? setiap hal itu terjadi, aku merasa sedih. dan terus sakit. seakan hidupku terkendalikan hanya untukmu.

ingat, aku ini hanyalah wanita biasa. meskipun dari depan terlihat tegar dan tidak memiliki masalah bahkan perasaan, tapi di belakang diriku hanyalah seorang cengeng. mudah tersakiti dan mudah hancur. kemudian jika suatu hari aku tidak lagi kuat menanggung semua cerita yang tak pernah akan kuceritakan pada orang lain ini, apa yang akan terjadi padaku? apakah aku akan mati sia-sia? atau dengan kegilaanku justru nyawamu yang akan melayang? pernahkah kau pikirkan itu?

dengar, aku tak butuh kau kembali dalam hidupku, karena aku tahu kau tidak akan pernah melakukannya. tapi kamu perlu tahu, masih tersimpan rasa itu di hati. entah untuk alasan apa, tapi aku tak bisa menghilangkannya bahkan mungkin juga orang lain. tolong mengerti, aku percaya kamu akan menepati janjimu untuk tidak menyakiti hatiku lagi.

i’m sorry for being this. because i know that i’m just a poor widow now. and i can’t find another thing to solve this one.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s