Kini, Rasanya Seperti Patah Hati

aku adalah orang yang jarang mencintai sesuatu, bahkan untuk kenal dengan orang pun dalam waktu lama baru aku bisa terbuka padanya.

yah beginilah, ketika aku menyukai sesuatu dan menyerahkan segala yang kupunya, termasuk waktu, tenaga, dan pikiran. tapi aku hanya bisa merasakan kecewa tak habis-habisnya ketika apa yang sudah kukorbankan itu terbuang percuma akibat satu frasa, tidak diizinkan.

singkat cerita tentang hal yang kucintai itu

pekan penyambutan penghuni asrama, mungkin hanya angkatan 2010 ke atas yang akan mengenang ini selamanya. sebuah rangkaian acara yang dirancang sedemikian rupa untuk menanamkan nilai-nilai bagaimana kami menjadi seorang penghuni asrama yang baik, patuh, dan taat pada peraturan, serta menjadi mahasiswa yang bangga menjadi anak daerah yang tinggal di asrama. sederhana memang tujuan kami para senior asrama yang setiap tahun bergiliran menjadi panitia dari kegiatan ini, tapi mengertilah bahwa sedikit banyak yang kami lakukan itu penuh perjuangan hai para maba! ketahuilah bahwa dari kegiatan ini, aku menemukan sahabat-sahabat sejatiku, teman-teman yang sama-sama memperjuangkan hingga kini agar kau merasakan hal yang sama dengan kami. kebahagiaan dan kebanggaan hidup di asrama.

aku ingat…

aku ingat ketika aku dan rekan-rekanku kebingungan mencari mentor-mentor yang bersedia untuk membimbingmu dan mengenalkanmu pada dunia kampus dan asrama tentunya.

aku ingat ketika aku dan rekan-rekanku sedikit ‘bersitegang’ saat rapat untuk merumuskan sebuah sistem untuk kegiatan yang mungkin buatmu tidak terlalu penting, hingga ada dari kami yang dianggap mengintervensi.

aku ingat ketika aku sedikit marah pada rekan-rekanku karena modul materi tentang dunia kampus, asrama, dan sebagainya, yang kami buat untuk kalian belum juga rampung. demikianlah kami bekerja dipacu dengan waktu kedatangan kalian di asrama.

aku ingat dan akan terus ingat ketika rapat diwarnai dengan ketegangan, kadang diselingi tawa, hingga saling terdiam karena bingung apa lagi yang akan kita perbuat demi kebaikan kalian.

ketika semuanya nyaris nol

bahkan aku masih sempat berpikir bahwa kita masih bisa memperjuangkannya kawan. begitu pula dengan kalian bukan? tak peduli dengan apa yang akan kita dapat jika ini semua berhasil, namun kita percaya pada kebahagiaan dan kebanggaan yang akan kami bagikan pada kalian pejuang muda.

sejak saat itu rapat benar-benar dihiasi dengan ketegangan, hampir seperti pemakaman mungkin. dimana kita pada saat itu saling berpikir, menganalisa setiap resiko atas tindakan yang akan kita perbuat. jelas ada pro kontra yang timbul, setuju dan tidak setuju, hingga maju dan mundur.

bahkan diantara kami masih ada yang belum rela untuk menyerah. tapi apa daya, mungkin inilah yang terbaik menurut Tuhan.

apapun keputusannya

aku tersenyum melihat beberapa teman yang kukenal melalui p3a, karena mungkin saja selamanya aku tidak akan kenal dengan tetanggaku dari sahabat asrama dan pmka, atau kurang mengenal jauh tentang teman-teman di forkat asrama apabila sejak awal kami memutuskan tidak ada lagi p3a.

 

yah sekali lagi pastinya dibalik ini semua ada hikmahnya, tinggal bagaimana kita menemukannya. walau hati sambil teriris, aku menyampaikan salam hangatku: tetaplah semangat kawan!

PS: untuk PO, cepatlah buat keputusan agar kita tidak bingung🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s