Khutbah Umar Bin Khatab

Ketika Umar ibn khatab diangkat mnjadi seorang khalifah maka banyak kaum muslimin yang menjauh darinya ketika mereka bertemu dengan beliau di tengah jalan, itu lantaran mereka mengetahui tabiat Umar yang amat keras, beda halnya dengan Rasulullah dan khalifah abu bakar As-shiddiq yang amat lembut terhadap kaum muslimin, sampai2 baju abu bakar pun disukai oleh para anak2 kaum muslimin yang ketika abu bakar lewat di tengah jalan maka anak-anak kecil berbondong2 mngikuti beliau dan menarik2 baju abu bakar serya berkata “wahai bapakku2″…melihat tingkah laku kaum muslimin yang aneh (selalu brusaha menjauh karena takut dengan tabiat Umar) lalu beliau langsung berkhutbah di hadapan seluruh kaum muslimin dengan khutbah yang menggambarkan betapa dalamnya pemahaman beliau terhadap agama ini, khutbah beliau adalah sebagai berikut:

Wahai sekalian manusia, telah sampai kepadaku bahwa kalian merasa takut kepadaku, maka dengarkanlah apa yang kukatakan. saat bersama rasulullah aku adalah budak dan pelayannya. rasulullah adalah orang yang paling lembut dan paling halus. maka kukatakan, aku letakkan sifat kerasku pada kelembutan nabi hingga aku menjadi sebuah pedang yang terhunus dihadapan beliau. jika beliau berkehendak maka beliau akan menyarungkanku dan jika berkehendak beliau akan membiarkanku kemudian aku akan melakukan yang beliau inginkan. selama bersama beliau aku selalu berniat begitu hingga Allah mewafatkan beliau dan beliau ridha kepadaku.

dan diangkatlah abu bakar dan aku menjadi pelayan dan orang yang mmbantunya. abu bakar adalah sosok yang lembut sama seperti rasul. kucampurkan sifat kerasku dengan kelembutannya dan aku telah menyengajanya. kujadikan diriku pedang terhunus dihadapannya , jika beliau berkehendak beliau akan menyarungkanku dan jika berkehendak ia akan membiarkanku berlalu. aku selalu bersamanya sampai Allah mewafatkannya sedangkat ia ridha kepadaku.

Dan sekarang akulah pemimpin kalian maka ketahuilah bahwa sifat keras ini telah aku lemahkan kecuali etrhadap orang2 yang melampaui batas dan yang berbuat zalim. aku akan tampakkan kekerasan ini dan tidak akan aku biarkan orang2 yang berbuat zalim memiliki kesempatan.

demi Allah, sungguh jika salah sseorang dari orang yang berbuat zalim brbuat mlampaui batas terhadap orang-orang yang brbuat keadilan dan orang2 yang beragama niscaya aku akan mletakkan pipinya di tanah kemudian kuletakkan kakiku di atas pipinya hingga aku mengambil hak darinya. setelah itu aku akan letakkan pipiku di atas tanah kpada orang2 yang yg menjaga kehormatannya dan agamanya hingga mereka mletakkan kaki mreka di atas pipiku sbagai wujud kasih sayang dan klembutan trhadap mereka.

sesungguhnya kalian mmiliki bbrapa urusan yang kuberikan syarat trhadap kalian. pertama, selamanya aku tdak akan mngambil harta kalian, tidak untuk diriku maupun keluargaku, kedua aku akan mngembangkan harta dan mnambah rezeki kalian. ketiga, aku tidak berlebihan dalam mengirim kalian berperang. jika aku mengirim klian maka akulah yg menjadi penanggung kluarganya.KALIAN JUGA MEMILKI PERKARA KEEMPAT YANG HARUS KALIAN LAKUKAN TERHADAPKU. YAITU JIKA KALIAN TIDAK MEMERINTAHKANKU KEPADA KBAIKAN DAN MNCEGAHKU DARI KEMUNGKARAN DAN MENASEHATIKU MAKA AKAN KUADUKAN KALIAN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLAPADA HARI KIAMAT KELAK.

Kesimpulan: bukan hanya pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban trhadap rakyat yg dipimpinnya, tapi juga pemimpin dapat mngadukan sikap rakyat yg dipimpinnya kpada Allah azza wa jalla sebagai pembelaan di hari kiamat kelak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s