Kelam

Bola api Tuhan mulai turun dari perapiannya

Namun tak tampak sebab lembaran kelabu menghalangi

Ditemani alunan biola dan dentingan piano dari para komposer musik klasik idola

Aku duduk meratapi diri yang tak kunjung sembuh

Dari rasa seakan malam yang tanpa si chandra dan si lintang

Kelam

Dan ketika aku bersiap untuk berlari dari jeratan bayang

Lentera pagi menertawaiku sebab melangkahkan kaki saja aku tak sanggup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s