Dream @ 19 Februari 2011

Mimpi pagi itu… (ini cerita waktu tidur abis shubuh, hehe)

Aku berada di sebuah tempat entah dimana. Apa yang aku lihat semuanya adalah baru, tentunya aku berarti aku belum pernah kesana. Seingatku hari itu adalah acara jalan-jalan, entah dengan siapa saja tapi yang kuingat adalah seorang temanku satu departemen, inisialnya A. Aku tidak pernah mengobrol banyak dengannya (di dunia nyata), hanya cerita-cerita kecil tentang mantanku yang bisa aku sampaikan padanya yang kebetulan adalah temannya dulu waktu SMP.

Lanjut cerita, si A di tempat itu menyatakan perasaannya. Aku tidak tahu harus jawab apa, karena di mimpiku pun tidak aku skenariokan untuk mempunyaai hati padanya. Lantas akhirnya aku bilang iya, karena kupikir capek juga lama menjomblo :p

Kemudian kami lanjutkan acara jalan-jalan kami. Sepertinya tempat itu adalah sebuah mall. Kami berdua berjalan dari arah tempat parkir. Saya benar-benar merasa horor pada tempat itu, tempatnya remang-remang dan kotor, awalnya kupikir memang semua tempat parkir itu bersuasana begitu.

Aku merasa sungguh takut ketika si A tanpa kusadari sudah meninggalkanku. Entah dia yang hilang di kerumunan orang atau aku yang tanpa sadar sudah nyangkut kesana kemari. Dua-duanya mungkin benar, karena setelah itu aku bertemu dengan orang-orang yang sedang berlari dari arah berlawanan.

Pelarianku terseret bersama arus orang-orang tadi. Kini aku berada di sebuah tangga, dalam perjalanan menuju ruang bawah tanah. Sayangnya ternyata orang-orang malah berhenti di tengah-tengah tangga. Aku tidak tahu kenapa tapi tampaknya suasana dibawah sana benar-benar mencekam. Ditambah lagi lampu yang ada di sekitarku saat ini sangatlah remang-remang dan misterius.

Akan tetapi aku terus berusaha menuju ke bawah, bukannya aku bodoh namun kini aku tengah dilanda kepanikan mencari-cari sosok si A. Naas, semua kondisi ini semakin menakutkan, tetesan darah mulai jatuh di atas kepalaku. Aku tak tahu harus melarikan diri ke atas lagi atau nekat memberanikan diri ke bawah. Bodohnya, aku semakin ingin kebawah, hanya karena satu alasan, aku ingin bersama si A…

 

Moral: Sepertinya aku jadi mengerti, mengapa Tuhan tidak memberikan aku cinta dari lawan jenis untuk saat ini. Karena tentunya aku akan menjadi lebih bodoh lagi daripada kesalahan yang pernah aku perbuat sebelumnya, dan aku belum siap untuk sakit lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s